Latihan gym dengan TRX semakin populer karena menawarkan metode latihan yang efektif, fleksibel, dan dapat disesuaikan untuk berbagai level kebugaran. TRX atau suspension training memanfaatkan berat badan sendiri sebagai beban utama, sehingga gerakan terasa lebih alami dan minim risiko cedera jika dilakukan dengan teknik yang benar. Keunggulan utama TRX adalah kemampuannya melatih otot core secara intens, sekaligus membantu meningkatkan fleksibilitas karena rentang gerak latihan cenderung lebih luas dibandingkan latihan mesin. Bagi banyak orang, TRX menjadi solusi ideal untuk membangun tubuh lebih stabil, kuat, dan seimbang, tanpa harus bergantung pada beban berat.
Mengapa TRX Sangat Efektif Untuk Core
Core bukan hanya bagian perut, melainkan rangkaian otot yang mencakup perut, punggung bawah, pinggul, hingga otot penstabil di sekitar panggul. Saat menggunakan TRX, tubuh dipaksa menjaga keseimbangan di setiap gerakan. Kondisi ini membuat otot core bekerja terus-menerus, bahkan pada latihan yang terlihat sederhana. Inilah yang membedakan TRX dari latihan konvensional, karena stabilitas menjadi bagian utama dari beban latihan. Semakin baik kekuatan core, semakin efisien performa olahraga, postur tubuh lebih tegak, dan risiko nyeri pinggang lebih rendah.
Manfaat TRX Untuk Fleksibilitas Dan Mobilitas
Selain menguatkan, latihan TRX juga membantu memperluas mobilitas sendi dan kelenturan otot. Banyak gerakan TRX memungkinkan peregangan dinamis, yaitu peregangan yang dilakukan sambil bergerak. Hal ini efektif untuk memperbaiki fleksibilitas fungsional, terutama pada area hamstring, pinggul, bahu, dan punggung. Fleksibilitas yang baik membantu mengurangi ketegangan otot, mempercepat pemulihan, serta meningkatkan kualitas gerakan saat latihan beban maupun aktivitas harian.
Rangkaian Latihan TRX Untuk Core Dan Fleksibilitas
Agar latihan lebih terstruktur, fokuskan pada 5–6 gerakan utama yang melatih stabilitas sekaligus memperbaiki rentang gerak. TRX Plank menjadi dasar latihan core, dilakukan dengan menempatkan kaki pada strap dan menahan posisi plank selama 20–40 detik. Gerakan ini melatih perut, punggung bawah, dan bahu secara bersamaan. Lanjutkan dengan TRX Pike, yaitu mengangkat pinggul ke atas dari posisi plank sehingga membentuk sudut tajam. Gerakan ini meningkatkan kekuatan abdominal dan kontrol panggul.
Untuk fleksibilitas serta stabilitas pinggul, lakukan TRX Hip Press atau TRX Glute Bridge dengan kaki di strap, lalu dorong pinggul ke atas. Gerakan ini memperkuat glute dan hamstring sekaligus membuat panggul lebih stabil. Setelah itu, lakukan TRX Mountain Climber dengan tempo terkontrol untuk melatih core dinamis dan meningkatkan koordinasi. Tambahkan TRX Body Saw, yaitu gerakan maju-mundur dari posisi plank yang menantang daya tahan core dan meningkatkan kestabilan bahu.
Sebagai penutup sekaligus peregangan aktif, lakukan TRX Deep Squat Stretch dengan berpegangan pada strap dan menurunkan tubuh dalam posisi squat dalam, tahan 20–30 detik. Gerakan ini sangat baik untuk membuka pinggul, melenturkan pergelangan kaki, dan mengurangi kekakuan paha.
Teknik Yang Benar Agar Hasil Maksimal
Kunci utama latihan TRX adalah kontrol. Hindari melakukan gerakan dengan terburu-buru karena tujuan TRX bukan sekadar repetisi, melainkan menjaga stabilitas sepanjang gerakan. Pastikan perut selalu dikencangkan, tulang belakang tetap netral, dan bahu tidak terangkat saat latihan. Sesuaikan tingkat kesulitan dengan mengubah sudut tubuh, semakin miring posisi tubuh maka semakin berat bebannya. Prinsip ini memudahkan progres tanpa harus menambah beban eksternal.
Pola Latihan Dan Frekuensi Ideal
Untuk hasil optimal, latihan TRX core dan fleksibilitas dapat dilakukan 2–4 kali per minggu. Satu sesi bisa berlangsung 30–45 menit dengan kombinasi 3 set per gerakan dan repetisi 8–12 kali, atau waktu tahan 20–40 detik. Kombinasi antara kekuatan dan fleksibilitas ini akan membuat tubuh terasa lebih ringan, stabil, dan siap menghadapi berbagai aktivitas fisik.






